Hubungan Matematika dengan berkhayal

Jika Anda termasuk orang yang suka berkhayal/melamun, berhati-hatilah. Berkhayal merupakan aktifitas yang menyenangkan, karena kegiatan ini mudah dilakukan dan gratis, karena Anda tidak perlu mengeluarkan uang sedikitpun. Namun, sering berkhayal bisa membawa dampak yang membahayakan. Jika Anda berkhayal sambil mengendarai motor/mobil, maka kecelakaan menanti Anda. Jika Anda mendengarkan ceramah guru/dosen sambil berkhayal, maka penghapus siap melayang dimuka Anda. Dan masih banyak lagi akibat-akibat lainnya. Jika Anda ingin melamun, saya sarankan agar Anda duduk di rumah saja dan jangan melakukan aktifitas apapun.

Seorang ahli matematika yang mendapatkan nobel, John Nash (lihat film A Beautiful of Mind) adalah seorang penderita skizofrenia. Lihat resensinya. Gejala yang bisa dilihat secara langsung penderita ini adalah adanya halusinasi dan membayangkan segala sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Bagi orang biasa, tindakan-tindakan John Nash adalah tidak wajar, misalnya: mencari persamaan gerak burung merpati di dekat kampusnya, mencari persamaan matematika orang yang mencuri tas dll. Bisa saja penyakit itu timbul karena dia mempelajari matematika terlalu berlebihan.

Dalam dunia matematika banyak hal-hal abstrak yang perlu dipelajari dan hal ini menuntut imajinasi yang tinggi. Misalnya, pembuktian suatu teorema dan mencari penyelesaian-penyelesaian matematika. Untuk menyelesaikan suatu persamaan atau membuktikan suatu teorema membutuhkan waktu yang tidak singkat. Kondisi pikiran yang lelah, sering berimajinasi bisa saja menyebabkan skizofrenia. Jadi mulai sekarang Anda juga harus berhati-hati. Jangan terlalu banyak berimajinasi.

Berkhayal dan Matematika ?

Teori berikut mungkin saja bisa salah, karena ini merupakan teori yang saya buat. Saya belum pernah membaca teori tentang apa yang akan saya sampaikan berikut. Jika Anda pernah menjumpai teori tentang berikut, mohon saya juga diberitahu sumber atau linknya. Atau, jika menurut Anda teori ini masih kurang Anda bisa menambahkan supaya menjadi lebih sempurna.

Seperti halnya dalam matematika, hidup manusia saya bagi menjadi 4 (empat) kuadran.
1. Kuadran I, hidup manusia di dunia nyata, tidak ada khayalan dan benar-benar kita sadari.
2. Kuadaran II, hidup manusia di dunia nyata, tetapi ada khayalan-khayalan. Dalam kondisi ini, manusia sebenarnya sadar dan manusia bisa kembali ke kehidupan nyata atau kembali di Kuadran I.
3. Kuadran III, pada kondisi ini manusia dalam keadaan tidak sadar dan masih hidup. Ini kita alami saat kita dalam posisi tidur dan kita bisa kembali ke dunia nyata (Kuadran I).
4. Kuadran IV, pada kondisi ini manusia dalam keadaan sadar dan manusia tidak bisa kembali ke Kudaran I. Kondisi ini kita alami saat kita sudah mati.

Kita bisa membuat bidang-XY dan kemudian mengandaikan bahwa umur manusia adalah bilangan-bilangan pada ruas-ruas garis tersebut. Pada saat kita lahir, posisi kita ada di titik O(0,0) dan jika kita berumur 20 tahun maka posisi kita ada di titik (20,0). Dan kita bisa menghubungkan titik-titik menjadi sebuah lingkaran/spiral yang menandai hidup kita.

Misalnya umur kita sampai dengan 60 tahun, maka kita bisa menentukan sebuah lingkaran dengan jari-jari 60. Dan diluar 60 itu adalah suatu misteri dan kita tidak tahu apa artinya. Pengandaian ini sebenarnya hampir sama dengan pengandaian dalam teori bilangan. Himpunan bilangan asli (N) merupakan himpunan bilangan terkecil. Setelah itu ada himpunan bilangan bulat (Z), himpunan bilangan rasional (Q), himpunan bilangan real, dan himpunan bilangan yang paling luas adalah himpunan bilangan kompleks (C), dengan ciri memiliki akar negatif. Bilangan kompleks disebut juga dengan bilangan imajiner karena memang tidak nyata. Sampai saat ini belum ada himpunan bilangan yang lebih luas dari himpunan bilangan kompleks. Masih menjadi misteri ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: