Tidak lulus 100%, siapa yang salah???

Jika kita mendengar kabar bahwa ada sekolah yang semua siswanya lulus 100%, itu adalah kabar yang biasa. Lalu, bagaimana jika ada sekolah yang semua siswanya tidak lulus 100 persen ?? Jelas saja ini adalah kabar yang Luar biasa. Fenomena atau berita mengenai hal tersebut selalu muncul setiap tahun dan sepertinya belum ada antisipasi yang baik. Yang menjadi bahan pertanyaan adalah : “Mengapa hal ini bisa terjadi dan siapakah yang harus bertanggung jawab dalam permasalahan ini? Apakah guru, kepala sekolah, orang tua, siswa, Depdiknas, atau bahkan Pemerintah?” . Seharusnya kita perlu mengkaji/menelusuri faktor-faktor manakah yang menyebabkan semua siswa dalam satu sekolah tidak lulus. 1. Guru Dalam hal ini, apakah guru sudah berusaha secara maksimal dalam menggembleng siswa-siswanya? Apakah guru sudah mendampingi siswa-siswanya secara maksimal dalam menghadapi UAN? Atau hanya sekedar mengajar untuk formalitas dan memberikan sedikit materi, sedangkan soal-soal pendalaman materi dan soal-soal latihan lainnya diberikan ke lembaga bimbingan belajar atau guru lesnya? 2. Sekolah Apakah sekolah sudah memberikan fasilitas yang memadai kepada siswa-siswanya untuk mempersiapkan UAN? Fasilitas tidak hanya terbatas pada fasilitas fisik saja, namun juga fasilitas dalam bentuk moril berupa pendampingan, pembekalan psikis, dan dorongan-dorangan kepada siswa-siswanya. Atau sekolah hanya sekedar mencarikan bimbingan belajar untuk memberikan pelajaran tambahan? Atau mungkin ada sekolah yang mengandalkan bocoran soal UAN, dan merencanakan strategi-strategi busuk untuk menyelamatkan siswa-siswanya? Seperti yang terjadi dalam UAN 2009, ada beberapa kepala sekolah yang berkonspirasi membuat kunci jawaban dengan dalih takut dipecat kalau ada siswa di sekolahnya yang tidak lulus. Apakah tingkah laku Kepala Sekolah kita sampai Seekstrim itu? 3. Pemerintah Pemerintah dalam hal ini bisa Departemen Pendidikan Nasional atau Departemen Pendidikan Propinsi. Sejauh mana pemerintah mengetahui permasalahan-permasalahan di daerah berkaitan dengan ujian nasional? Apakah pemerintah hanya menutup mata dengan dalih ingin meningkatkan prestasi nasional saja? Tidakkah pemerintah melihat bagaimana ketimpangan materi pembelajaran dari daerah yang satu dengan daerah yang lain? Apakah jadwal sudah diatur dengan baik dengan masa sosialisasi yang cukup? Seharusnya semua itu perlu dikaji secara mendalam dan tidak serta merta menaikkan tingkat kelulusan dari tahun ke tahun. Semua mengetahui bahwa tujuan pemerintah adalah baik, namun itu semua juga memerlukan waktu untuk memperoleh hasil yang maksimal. Keberhasilan pendidikan tidak hanya dilihat dari tingkat kelulusan UAN, namun faktor-faktor yang lain juga perlu dipertimbangkan. 4. Siswa Siswa merupakan peran utama dalam Ujian Akhir Nasional (UAN). UAN sepertinya adalah penentu hidup matinya siswa dan mempengaruhi psikis siswa setelah pengumuman hasil UAN dikeluarkan. Apakah ada siswa yang tidak lulus UAN kemudian bunuh diri? Menurut saya hal ini sangat konyol dan terlalu Ekstrim. Lalu, sejauh mana siswa mempersiapkan UAN? Apakah siswa mempersiapkan UAN hanya 1 bulan atau 1 minggu sebelumnya? Dan apakah siswa hanya mengandalkan bocoran, mengatur strategi untuk membuat contekan dengan kertas, handpone, dan lain sebagainya? 5. Orang Tua Apakah orang tua benar-benar mengawasi perkembangan belajar dan persiapan UAN anaknya di rumah? Atau orang tua hanya sekedar mencukupi kebutuhan dan kesenangan anaknya namun tidak menggubris bagaimana kondisi belajar anaknya? Atau apakah orang tua hanya memasrahkan semua pendidikan akademis kepada sekolah saja (pokoknya pendidikan untuk anak saya itu urusan sekolah, bukan urusan saya, saya tahunya cuma mbayar)? Yang jelas dalam permasalahan ini tidak ada yang perlu disalahkan. Pemerintah juga sudah menjalankan fungsinya dengan baik dan bertindak secara maksimal. Meningkatkan prestasi nasional juga adalah tujuan kita bersama. Namun, pemerintah sebagai pembuat sistem juga harus mempertimbangkan dengan baik pelaksanaan ujian nasional, dikaji secara mendalam dan mengecek sampai tingkat yang paling bawah. Mungkin dari pusat bisa kelihatan baik, padahal di tiap daerah banyak sekali ketimpangan-ketimpangan. Baik Guru, sekolah, dan siswa juga harus mempersiapkan UAN sejak dini. Dan jangan hanya mengandalkan bocoran saja. Apalah artinya semua siswa lulus 100 persen jika diraih dengan ketidakjujuran. Kita semua perlu arif dan bijaksana dalam menghadapi permasalahan UAN tersebut. Menurut saya, jika ada sekolah yang tidak lulus 100%, ini adalah tanggung jawab kita semua, bukan hanya oknum tertentu saja dan kita juga tidak perlu saling menyalahkan satu sama lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: